Ketapang (Kemenag Kalbar)---Kegiatan In House Training (IHT) di MAN 1 Ketapang dimulai dengan penuh antusiasme pada hari pertama, dengan salah satu agenda utamanya adalah penyampaian materi tentang moderasi beragama oleh Mauludin (7/8/2024). Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berwawasan kebangsaan dan keagamaan.
Dalam pemaparannya, Mauludin, menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. "Moderasi beragama adalah sikap yang mengajarkan keseimbangan dalam beragama, tidak condong ke arah ekstrim kiri atau kanan, tetapi berada di tengah-tengah," ujar beliau dalam sesi pembukaan.
Lebih lanjut, Mauludin menjelaskan bahwa moderasi beragama harus menjadi bagian integral dari kurikulum madrasah. Menurutnya, siswa perlu diajarkan untuk menghormati perbedaan dan menjalani kehidupan beragama dengan sikap saling menghargai, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan damai.
Peserta IHT, yang terdiri dari para guru dan tenaga pendidik, terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan seputar tantangan implementasi moderasi beragama di lingkungan sekolah, terutama di era digital saat ini.
Mauludin memberikan jawaban yang komprehensif dan relevan. Beliau menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa. "Guru adalah garda terdepan dalam pembentukan karakter siswa, oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus mengasah kemampuan mereka dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi," tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, Mauludin juga membahas berbagai isu kontemporer yang berkaitan dengan moderasi beragama, termasuk bagaimana menangkal radikalisme dan ekstremisme yang seringkali menargetkan generasi muda. Beliau menekankan bahwa pendidikan agama yang moderat dan inklusif adalah kunci untuk mencegah penyebaran paham-paham yang merusak.
Kegiatan hari pertama IHT ini diakhiri dengan diskusi kelompok, di mana para peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan strategi penerapan moderasi beragama di madrasah masing-masing. Hasil diskusi tersebut nantinya akan dijadikan bahan rekomendasi untuk perbaikan kurikulum di MAN 1 Ketapang.
Kepala MAN 1 Ketapang, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap materi yang disampaikan oleh Mauludin. "Ini adalah langkah awal yang baik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi muda yang moderat dan toleran," ujarnya.
Dengan berakhirnya hari pertama IHT, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, khususnya dalam aspek moderasi beragama. Kegiatan ini akan berlanjut dengan berbagai materi lainnya yang tak kalah penting untuk pengembangan profesionalisme guru di MAN 1 Ketapang. (WWW)

