MAN 1 Ketapang melaksanakan hari pertama Asasmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) berbasis android untuk tahun pelajaran 2023/2024. Ini merupakan upaya untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan dan meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam proses evaluasi.
Kepala MAN 1 Ketapang, Chaidir, mengungkapkan bahwa inovasi ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin digital. "Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih modern dan relevan bagi siswa dalam menghadapi ujian. Penggunaan aplikasi android ini diharapkan dapat mempermudah proses ujian sekaligus meminimalisir kesalahan manual," ujarnya saat membuka pelaksanaan ujian.
Pelaksanaan ASAS hari pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan mata pelajaran matemtika. Para siswa tampak antusias dan siap menggunakan perangkat android masing-masing yang telah diinstal google classroom untuk ujian ini. Pihak sekolah sebelumnya telah memastikan bahwa seluruh perangkat berfungsi dengan baik dan setiap siswa memiliki akses ke jaringan internet yang stabil.
Seorang siswa kelas XI, Abdus Samad, menyatakan kegembiraannya dengan sistem ini. "Ujian berbasis android ini lebih praktis dan saya merasa lebih mudah dalam menjawab soal-soal. Selain itu, kita juga jadi lebih familiar dengan penggunaan teknologi dalam pendidikan," tuturnya. Banyak siswa lain juga berbagi pengalaman positif yang serupa, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap perubahan ini.
Proses pengawasan dilakukan dengan ketat oleh para pengawas yang telah diberi pelatihan khusus untuk memantau ujian berbasis android. Setiap ruang ujian dilengkapi dengan pengawas juga memantau langsung dari layar perangkat mereka. "Kami memastikan tidak ada kecurangan dan semua siswa menjalankan ujian dengan jujur. Teknologi ini membantu kami dalam memonitor lebih efektif," kata Sumiati, salah satu pengawas ujian.
Selain pengawasan, panitia ASAS juga telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk kelancaran pelaksanaan ujian berbasis android. Tersedia tim IT yang siap siaga untuk menangani setiap masalah teknis yang mungkin terjadi. "Kami sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan, dan tim IT kami selalu siap membantu jika ada kendala teknis," ungkap Syaifuddin, koordinator teknis ASAS.
Selama ujian berlangsung, siswa dapat menggunakan fitur-fitur pada aplikasi untuk menjawab soal dengan lebih interaktif, seperti memilih jawaban dengan sentuhan layar dan melihat sisa waktu yang tersedia secara real-time. Setelah sesi pertama berakhir, siswa diberikan waktu istirahat selama 30 menit sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya. "Fitur-fitur ini sangat membantu kami dalam mengelola waktu dan menjawab soal dengan lebih efisien," ujar Yasaka, siswa kelas XI.
Pelaksanaan hari pertama ASAS berbasis android di MAN 1 Ketapang berjalan lancar dan mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Kepala sekolah, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan dan melaksanakan ujian ini. "Terima kasih atas kerjasama yang luar biasa dari para guru, staf, siswa, dan tim teknis. Semoga hari-hari berikutnya berjalan dengan lebih baik lagi," katanya.
Dengan berakhirnya hari pertama pelaksanaan ASAS berbasis android, diharapkan inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Evaluasi hasil ujian ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk perbaikan lebih lanjut dan pengembangan program pembelajaran yang lebih baik di masa mendatang. Para siswa diharapkan dapat mempertahankan semangat dan konsentrasi mereka untuk menghadapi ujian di hari-hari berikutnya.(TSB)

